Assalamu’alaikum Wr.Wb
Selamat malam semua….
Bertemu
lagi dengan saya Laila Dwi Safitri. Disini saya akan memaparkan hasil resuman
saya pada mata pelajaran Metodologi Studi Islam. Pada pertemuan tersebut yang
paling berkesan menurut saya adalah “bacaan
kita,lingkungan kita akan menentukan kita di masa depan” itulah kata-kata
bapak Ngainun Naim yang paling berkenan. Seperti biasa
setiap ada tugas hasil resuman selalu di presentasikan kedepan ,dan pada
kesempatan itu pula saya juga mengacungkan jari untuk dapat keempatan tersebut.
Tapi saying sekali sayalagi-lagi belum dapat kesempatan tersebut. Semoga saja
pada pertemuan berikutnya saya dapat kesempatan tersebut.Amin…..
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas Tentang Studi Islam di Barat. Semoga
bermanfaat. Berikut uraiannya..
Pada masa penjajahan belanda orang sekolah
hanya untuk kepentingan politik dan pada saat itu adalah kaum menengah saja dan
tentu saja itu hanya sedikit. Kejadian tersebut terjadi sampai tahun 1871 dan
orang Indonesia pertama yang melakukan studi di barat,yaitu di Leiden Belanda ,adalah
Raden Mas Ismangoen Danoewinoto.
Pada tahun 1900an,baru mulai banyak yang
kaum kelas menengah melakukan studi dibarat salah satunya adalah Bung Hatta.
Seiring dengan perkembangan zaman, studi ke Negara-negara
barat terus berkembang. Orang pertama yang pertama kali melakukan studi islam
dibarat adalah M.Rasjidi.Menteri agama pertama Indonesia ini menamatkan program doktor di Universitas
Sorbone Prancis.
Orang kedua yang melakukan studi islam di
barat pasca Rasjidi adalah Harun Nasution. Harun Nasution lewat pembaharuan
pemikiran keislaman dikenal sebagai sarjana yang sangan konsisten menyuarakan pluralistic approach (jangn melihat
islam hanya dari satu sudut pandang saja). Harun mengembangkan studi islam
sebagai centre of excellence (pusat
keunggulan) studi islam.Tokoh ke-3 yang melakukan studi islamdi barat adalah
A.Mukti Ali.
Setelah generasi mereka ,muncul puluhan
intelektual yang juga menempuh studi di barat. Beberapa diantaranya adalah
Nurcholish Madjid,A.Syafi’i Ma’arif,Azyumardi Azra,M.Atho’ Mudzhar,M.Dien
Syamsuddin,Syafiq A.Mughni,Achmad Jainuri,Thoha Hamim,dan Akh.Minhaji.Para
alumni barat ini memiliki pengaruh dan kontribusi besar dalam studi islam di Indonesia.
Jadi kesimpulannya adalah sebelum Indonesia merdeka
tidak ada orang Indonesia yang studi ke barat.
Sekian hasil resuman kali ini semoga
bermanfaat. Tidak lupa juga kritik dan saran yang membangun saya tunggu agar
hasil
tulisan maupun rangkuman selanjutnya akan lebih baik lagi.sampai jumpa di lain
kesempatan….
Annyeong………..
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar