Jumat, 17 April 2015

Catatan MSI 4



Assalamu’alaikum Wr.Wb

Selamat malam semua….
Bertemu lagi dengan saya Laila Dwi Safitri. Disini saya akan memaparkan hasil resuman saya pada mata pelajaran Metodologi Studi Islam. Pada pertemuan tersebut yang paling berkesan menurut saya adalah “bacaan kita,lingkungan kita akan menentukan kita di masa depan” itulah kata-kata bapak Ngainun Naim yang paling berkenan. Seperti biasa setiap ada tugas hasil resuman selalu di presentasikan kedepan ,dan pada kesempatan itu pula saya juga mengacungkan jari untuk dapat keempatan tersebut. Tapi saying sekali sayalagi-lagi belum dapat kesempatan tersebut. Semoga saja pada pertemuan berikutnya saya dapat kesempatan tersebut.Amin…..
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas Tentang Studi Islam di Barat. Semoga bermanfaat. Berikut uraiannya..
Pada masa penjajahan belanda orang sekolah hanya untuk kepentingan politik dan pada saat itu adalah kaum menengah saja dan tentu saja itu hanya sedikit. Kejadian tersebut terjadi sampai tahun 1871 dan orang Indonesia pertama yang melakukan studi di barat,yaitu di Leiden Belanda ,adalah Raden Mas Ismangoen Danoewinoto.
Pada tahun 1900an,baru mulai banyak yang kaum kelas menengah melakukan studi dibarat salah satunya adalah Bung Hatta.
Seiring dengan perkembangan zaman, studi ke Negara-negara barat terus berkembang. Orang pertama yang pertama kali melakukan studi islam dibarat adalah M.Rasjidi.Menteri agama pertama Indonesia ini  menamatkan program doktor di Universitas Sorbone Prancis.
Orang kedua yang melakukan studi islam di barat pasca Rasjidi adalah Harun Nasution. Harun Nasution lewat pembaharuan pemikiran keislaman dikenal sebagai sarjana yang sangan konsisten menyuarakan pluralistic approach (jangn melihat islam hanya dari satu sudut pandang saja). Harun mengembangkan studi islam sebagai centre of excellence (pusat keunggulan) studi islam.Tokoh ke-3 yang melakukan studi islamdi barat adalah A.Mukti Ali.
Setelah generasi mereka ,muncul puluhan intelektual yang juga menempuh studi di barat. Beberapa diantaranya adalah Nurcholish Madjid,A.Syafi’i Ma’arif,Azyumardi Azra,M.Atho’ Mudzhar,M.Dien Syamsuddin,Syafiq A.Mughni,Achmad Jainuri,Thoha Hamim,dan Akh.Minhaji.Para alumni barat ini memiliki pengaruh dan kontribusi besar dalam studi islam di Indonesia.
Jadi kesimpulannya adalah sebelum Indonesia merdeka tidak ada orang Indonesia yang studi ke barat.
Sekian hasil resuman kali ini semoga bermanfaat. Tidak lupa juga kritik dan saran yang membangun saya tunggu agar hasil tulisan maupun rangkuman selanjutnya akan lebih baik lagi.sampai jumpa di lain kesempatan….
Annyeong………..

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

CATATAN MSI 3



Assalamu’alaikum  wr.wb

Sore kawan-kawan semua :) :)……….bertemu lagi sama saya Laila Dwi Safitri mahasiswa PGMI IAIN Tulungagung. Disini saya akan memaparkan tentang catatan mata kuliah Metodologi Studi Islam (MSI) pada tanggal 07 april 2015.sebelum saya memulai,perkenankan saya bercerita sedikit tentang pengalaman saya selama pelajaran berlangsung. Seperti biasa sebelum bapak Dr. Ngainun Naim, M.HI . memberikan penjelasan tentang catatan-catatan yang kami resume,ada sesi pembacaan hasil resume didepan kelas. ingin sekali rasanya maju kedepan untuk membacakan hasil resume. Tapi,belum dapat kesempatan.yah semoga saja dapat kesempatan itu..amin
Baiklah saya akan memulai dengan resuman saya,berikut uraiannya…………………..


Sikap keberagaman instrinsik dan ekstrinsik


Banyak tokoh psikologi yang kurang simpatik terhadap tokoh-tokoh agama.william james misalnya,ia menganggap bahwa tokoh agama sebagai creatures of exalted emotional sensibility. Dan Sigmund freud menganggap agama sebagai universal obsession neurosis.
Namun,terdapat pula psikolog yang simpatik terhadap agama ialah Gordon W. Allport.
Ada 2 macam cara beragama yaitu secara instrinsik dan ekstrinsik. Yang ekstrinsik adalah dari segi luar nya/ mengenai cara ibadah kita ( FIQH) sedangkan yang instrinsik adalah nilai-nilai di dalam ekstrinsik. Kedua cara ini saling berhubungan. Jadi instrinsik itu tidak akan muncul jika tidak ada ekstrinsik.

Bab II
Dinamika perkembangan studi islam
Sejarah awal studi islam

Studi islam sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Apa yang  dilakukan oleh nabi dan para sahabatnya dari waktu ke waktu merupakan bentuk studi islam.
Studi islam ada 2 macam yaitu secara praktik dan secara teori/ilmu
Setiap peradapan yang maju ditandai minimal 2B yaitu
1.      Baca
2.      Bahasa
Demikian uraian ringkasan saya ada kurangnya mohon maaf. Diharapkan kritik dan saran yang membangun agar hasil tulisan maupun rangkuman selanjutnya akan lebih baik.bye..byeee sampai jumpa.terima kasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Kamis, 09 April 2015

CATATAN MSI 2



Siang semuanya……JJ
Alhamdulillah banget yaa…pada sehat kan semuanya?disini saya akan menguraikan hasil resuman metodologi studi islam atau yang sering kita sebut MSI. Kemarin pada tanggal 31 maret 2015 adalah pertemuan ketiga matah kuliah msi yang dosen pengampunya adalah bapak Dr. Ngainun Naim, M.HI . Beliau menurut saya adalah dosen yang menakjubkan. Beliau selalu menyisipkan cerita-cerita yang inspiratif yang dapat kami petik hikmahnya.baiklah saya akan mulai dengan resuman saya. Berikut uraiannya
Lanjutan bab 1 (pendahuluan)
C.   Pendekatan,Metode,dan Metodologi
a.       Pendekatan adalah praktik dari metodeologi yang obyeknya bersifat aktif
b.      Metode adalah praktik dari metodeologi yang obyeknya bersifat aktif
c.       Metodologi adalah ilmu tentang cara melakukan sesuatu.
      Dalam metodologi tentang cara tersebut memiliki 3 langkah yaitu:
·      Observasi
·      Wawancara
·      Dokumentasi
D.   Tujuan Studi Islam
1.      Mempelajari secara mendalam tentang hakikat islam
2.      Mempelajari secara mendalam terhadap sumber dasar agama islam
3.      Mempelajari secara mendalam pokok isi ajaran islam yang asli
4.      Mempelajari secara mendalam terhadap prinsip-prinsip dan nilai-nilai dasar ajaran islam
Urgensi Metodologi Dalam Studi Islam
Salah Satu persoalan yang mendesak untuk segera dipecahkan adalah masalah metodologi.hal ini disebabkan oleh dua hal. Pertama,kelemahan dikalangan umat islam dalam mengkaji islam secara konprehensif adalah tidak enguasai metodologi. Kedua,ada anggapan bahwa studi islam di kalangan ilmuan telah merambah keberbagai wilayah, misalnya studi kawasan,filologi,dialog agama,antropologi,arkeologi,dsb
Beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam studi islam:
a.       Pendekatan filsafat
Pendekatan filsafat ini menurut Amin Abdullah , mempunyai dua unsur yaituunsur sakralitas dan profan. Lebih lanjut,dalam pandangan Amin Abdullah filsafat sebagai metodologi keilmuan ditandai tiga ciri: 1) gagasan yang bersifat mendasar-fundamental. 2)membentuk cara berfikir yang bersifat kritis.3)Adanya kebebasan intelektual, sikap toleransi serta terbebas dari dogmatis dan fanatisme.
b.      Pendekatan sosiologi sejarah
Pendekatan sosiologi menurut Atho mudzhar dalam studi islam bisa mengambil beberapa tema:
1.      Studi pengaruh agama terhadap masyarakat.
2.      Pengaruh struktur dan perubahan masyarakat tehadap pemahaman ajaran islam.
3.      Tentang tingkat pengalaman islan masyarakat.
4.      Pola interaksi social masyarakat muslim.
5.      Gerakan masyarakat yang membawa paham yang dapat melemahkan atau menunjang kehidupan beragama dalam islam.
Menurut Minanji, pendekatan sejarah di bawa dalam kajian islam ushûl fiqh , hal itu disebabkan karena kajian ushûl fiqh cenderung mengabaikan sejarah. Pendekatan sejarah yang dikemukakan oleh simuh,juga terlihat dalam kajian fazlur rahman yakni dalam kajian islam terdapat dua kutub yang berbeda:orang dalam (insider) dan orang luar (out sider).
c.       Pendekatan interdisipliner
Menurut Azizy ada empat model pendekatan ilmu social dalam kajan islam dibarat:
1.      Menggunakan ilmu kelompok humanistic
2.      Menjadikan islam sebagai lapangan kajian.
3.      Menggunakan ilmu-ilmu social
4.      Menggunakan masukan pendekatan yang dilakukan di dalam departemen-departemen.
Demikian uraian ringkasan saya ada kurangnya mohon maaf. Diharapkan kritik dan saran yang membangun agar hasil tulisan maupun rangkuman selanjutnya akan lebih baik.
Terima kasih……